Nova Muflichah

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan

Ranger Pink

Nggak kerasa, udah tiga tahun lebih blog ini aku terlantarkan. Apalagi alasannya kalau bukanĀ males. šŸ˜

Pas pertama log in tadi sempat baca beberapa postingan lama yang jadinya bikin ketawa geli. Kok dulu tulisanku gitu banget ya, sampe gak kuat mau lanjutin baca, malu sendiri.šŸ˜‚

But it’s okay. Kalau aku hari ini bisa menertawakan sosok aku yang dulu, tandanya ada yang berubah dari sosok aku yang sekarang. Entah berubah jadi apa, menjadiĀ ranger pinkĀ mungkin.

1 Komentar »

sejatinya, tanp…

sejatinya, tanpa kita mintapun Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita… hanya saja kita manusia seringkali merasa dicurangi kala pemberian-Nya tak seia sekata dengan yang kita minta… padahal Allah selalu menyediakan kemudahan atas kesusahan yang menimpa kita…

“maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” begitu firman Tuhanku dalam salah satu ayat cinta-Nya.

Tinggalkan komentar »

Pamer Pemeran Kocakres! Semester I

Kisah Seribu Satu Masa??? Masa sih?? šŸ˜€

Kisah Seribu Satu Masa

Alhamdulillaahā€¦ sudah hampir empat bulan komik Kocakres! Semester I menemani fans ringan di pelosok Nusantara, dari mulai Padang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Semarang dan maaaasih banyak lagiā€¦

Mungkin banyak fans ringan baru yang ingin berkenalan dengan para tokoh kocakres, disini Masa akan menjelaskan beberapa penjelasan yang tidak jelas, silahkan dijelaskan!

Pamer Pemeran

Ā 

Penjelasan akan dimulai dari tokoh laki-laki yang posisinya di tengah bawah (baju putih celana biru) dan terus berputar ke arah kanan:

LAKNATU SAYTON
Panggilannya Laknat, adalah pemeran utama kisah kocakres ini, orangnya emosional, sensitif dan ekspresif. Stylish dan agak sedikit ā€œnakalā€. Walau egonya cukup tinggi, tapi perhatian pada lingkungan apalagi kalau menguntungkan dirinya sendiri. Aliran positif-negatifnya hampir seimbang, sehingga selalu tampak galau dan labil. Anak tunggal dari bapak-ibunya Laknat.

AYAM
Seekor buaya muara yang termasuk jenis hewan jinak. Sering ditemukan berkeliaran di sekitar perumahan. Jalannya mundur dan tidak pernah berbicara pada siapapun.

PRODUSER
Kelinci yang bertugas sebagai pahlawan penerus perjuanganā€¦

Lihat pos aslinya 537 kata lagi

Tinggalkan komentar »

Dugem Pagi-Pagi

Bismillah…

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” [TQS. Al-‘Ankabut: 64]

Seperti hari yang sudah-sudah, di tempat tinggal saya di kota perantauan ini usai shalat shubuh berjama’ah terdapat kegiatan rutin yaitu DUGEM !!! Eits, kog dugem?? Iya dong, Dugem –> DUduk GEmbira Melingkar (yeah, meskipun lebih seringnya bentuk formasi duduknya bukan melingkar melainkan cenderung melonjong :p ). Tema kegiatan tiap hari Selasa adalah kultum. Kali ini yang mendapatkan giliran istimewa menyampaikan kultum adalah Kamar Dewa. Kamar Dewa, begitulah penghuni kamarnya menamai kamar yang terletak di lantai tiga yang siangnya panas sangat dan malamnya luar biasa dingin tersebut.

Bersumber dari Majalah Sabili No. 11 Th. XVI 18 Desember 2008/ 20 Dzulhijjah 1429 di halaman 12-13 ada sebuah artikel muhasabah yang berjudul “Jangan Risau, Ada Allah”. Dari materi yang disampaikan ada poin yang paling menarik perhatian saya yaitu:

“Seberapa besar sedihmu karena dunia, maka sebesar itu hasratmu pada akhirat hilang dari dirimu. Seberapa besar sedihmu karena akhirat, maka sebesar itu pula hasratmu pada dunia akan menguap sirna.” [Malik bin Dinar]

Kutipan di atas mengingatkan saya akan persepsi terhadap harta dan hal-hal yang bersifat duniawi yang pada hakikatnya adalah titipan dari Allah dan tentu saja Sang Pemiliknya berhak mengambilnya kapan saja siap atau tidak siapnya orang yang diititipi harta tanpa peduli rela atau tidak rela. Bagaimanakah persepsi kita dalam meletakkan harta? Di dalam hati atau di ujung jari? Dengan membaca kembali dan merenungi makna yang disampaikan oleh Malik bin Dinar di atas semoga kita semua mampu mengukur seberapa sedih hati kita tentang akhirat dan dunia. Padahal dunia ini hanya sementara saja sedangkan akhirat yang kekal pastilah kedatangannya. Jadi, di mana persepsi kita meletakkan harta? Di hati atau ujung jari?

Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.

aamiin… (^^,)

1 Komentar »

Mencintai Itu…

Mencintai dengan Hati

mencintai,Ā menanti semenit serasa menanti setahun…

mencintai,Ā pertemuan seolah suatu hal yang sangat dinantikan…

mencintai, membersamai seakan adalah detik yang berarti…

mencintai, memberi tanpa harap diberi…

mencintai, gusar hati kala yang dicinta bersama dengan lain jiwa…

mencintai, merindu saat sekian waktu tak betemu…

mencintai, adalah Read the rest of this entry »

1 Komentar »